Langsung ke konten utama

Woow 500.000 Warga Aceh Diabetes

BANDA ACEH - Hampir 500.000 orang atau 9,8 persen dari total penduduk Aceh yang berjumlah 5.096.248 jiwa (data BPS Aceh 2016) mengalami diabetes mellitus (DM) atau kencing manis. Angka tersebut berada di atas angka nasional yang jumlahnya hanya 5,8 persen.
Data mengejutkan itu disampaikan konsultan endokrin yang juga Staf Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Hendra Zufry SpPD KEMD, FINASIM kepada Serambi seusai talkshow “Wellness Prediabetes Quit or Wait? Siapa pun Bisa Kena Diabetes”, yang diadakan Laboratorium Klinik Prodia, Banda Aceh, Sabtu (15/4).
Baca Juga: Obat Luka Diabetes
Hendra mengatakan, yang mengalami diabetes itu umumnya mereka dalam usia produktif. Tapi kini trennya, yang lebih muda pun terkena diabetes.
Tanda klasik biasanya didapat pada usia muda, seperti sering haus dan lapar berlebihan, berat badan menurun, dan sering kencing. Gejala lainnya, luka lambat sembuh, mata kabur, dan mudah lelah.
“Bukan pertanda baik kalau minumnya terlalu banyak atau rasa lapar yang berlebih. Sering kencing harusnya dua per tiga dari volume kencing itu dikeluarkan pada pagi hari sampai sore dan satu per tiganya pada malam hari. Tapi kalau sudah terbalik bahwa di malam hari seseorang lebih sering kencing, maka hati-hati, ini takutnya gejala klasik dari diabetes tadi,” jelas dr Hendra yang menyelesaikan Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan pada 2010.
Ia tambahkan, apabila seseorang dalam usia yang lebih muda sudah terkena diabetes, ini umumnya disebabkan oleh faktor genetik, karena di Aceh banyak yang menikah sesama keluarga. “40 Persen disebabkan oleh faktor genetik, dan 60 persen disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat,” katanya.
Prediabetes 14,5%
Di samping itu, kata dr Hendra, angka prediabetes juga tinggi di Aceh, yaitu 14,5 persen. Prediabetes adalah istilah untuk tahap penanda awal dari penyakit diabetes tipe II ketika level gula darah mulai melebihi batas normal. Namun, belum terlalu tinggi untuk dapat dikategorikan sebagai penyakit diabetes melitus tipe II.
Sedangkan diabetes mellitus yaitu penyakit di mana kadar gula di dalam darah tinggi, karena tubuh tak dapat melepaskan atau menggunakan insulin. Sedangkan insulin itu, kata dr Hendra, adalah hormon yang dibuat oleh pankreas, merupakan zat utama yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah.
Selanjutnya juga ada faktor risiko bahwa siapa saja bisa terkena diabetes. Dalam hal ini, dr Hendra menyebutkan bahwa yang pertama berisiko adalah bayi yang lahir dengan bobot tubuh lebih dari 4 kilogram, usia di atas 40 tahun, faktor keturunan, diet yang tidak sehat, kurang beraktivitas, dan kegemukan (obesitas).
Sedangkan kebiasaan yang dapat menyebabkan diabetes adalah banyak makan gorengan, banyak minum minuman bersoda, kurang tidur, stres, dan merokok.
Komplikasi yang terjadi akibat diabetes, kata Hendra, di antaranya adalah kerusakan jantung, saraf, ginjal, kerusakan dan kematian jaringan, kerusakan pembuluh darah, disfungsi seksual, katarak, dan kebutaan. (una)
yang berisiko diabetes 
* Bayi yang lahir dengan bobot tubuh lebih dari 4 kilogram
* Mereka yang berusia di atas 40 tahun
* Faktor keturunan (kawin saudara)
* Diet yang tidak sehat
* Kurang beraktivitas
* Kegemukan (obesitas),
* Banyak makan gorengan
* Banyak minum minuman bersoda
* Kurang tidur
* Stres
* Merokok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanda dan Gejala Penyakit Diabetes

Tanda dan Gejala Penyakit Diabetes Pada tahun 2015, diperkirakan 415 juta orang menderita diabetes di seluruh dunia, dengan DM tipe 2 yang membentuk sekitar 90% dari kasus. Ini merupakan 8,3% dari populasi orang dewasa, dengan tingkat yang sama di kedua perempuan dan laki-laki. Pada 2014, tren menyarankan tingkat akan terus meningkat. Diabetes setidaknya dua kali lipat risiko seseorang dari kematian dini. Dari 2012-2015, sekitar 1,5 sampai 5,0 juta kematian setiap tahun akibat diabetes. Biaya ekonomi global diabetes pada 2014 diperkirakan US $ 612 miliar. Di Amerika Serikat, diabetes biaya $ 245 miliar pada 2012. Tanda-tanda klasik dari diabetes yang tidak diobati adalah hilangnya berat badan, polyuria (sering berkemih), polydipsia (sering haus), dan polyphagia (sering lapar). Gejala-gejalanya dapat berkembang sangat cepat (beberapa minggu atau bulan saja) pada diabetes type 1, sementara pada diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan mungkin tanpa gejala s...

Selama Hamil Istri Indra Bekti Terserang Infeksi Saluran Kemih

Selama Hamil Istri Indra Bekti Terserang Infeksi Saluran Kemih , Bahay Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil! Kabar duka datang dari keluarga presenter Indra Bekti, putra ketiganya Kenward Athar Indrabekti dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah dilahirkan. Sang istri, Aldilla Jelita harus melahirkan anak lelakinya saat kandungannya baru berusia lima bulan dua minggu. Pasalnya, Dilla menderita infeksi saluran kemih. Selama masa kehamilan, ibu hamil memang akan lebih rentan menderita infeksi saluran kemih. Ini disebabkan tekanan rahim pada sistem kemih saat kehamilan dapat mengganggu aliran alami urin yang dapat memicu munculnya infeksi saluran kemih. Baca Juga  Obat Infeksi Saluran Kemih | Cara Mengobati Penyakit Anyang Anyangan Alami Herbal Ampuh Menurut Melissa Conrad Stöppler, MD, gejala infeksi saluran kemih hampir mirip antara pria, wanita, dan anak-anak. Gejala utama dari infeksi saluran kemih adalah nyeri, ketidaknyamanan, atau perasaan seperti terbaka...

Apa Arti Palpitasi Jantung Dan Berbahayakah Bagi Kesehatan

Apa Arti Palpitasi Jantung Dan Berbahayakah Bagi Kesehatan ?, Berikut Kami Bahas Tentang Palpitasi Jantung Dan Dampak Palpitasi Jantung. Apa Arti Palpitasi Jantung Dan Berbahayakah Bagi Kesehatan Penyebab Jantung Sering Berdebar-Debar Jantung berdebar atau palpitasi (Takikardi) adalah sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum dengan kuat, cepat, atau tidak beraturan. Sensasi ini juga dapat dirasakan di area tenggorokan dan leher. Berikut beberapa hal yang dapat menimbulkan dada berdebar, diantaranya : Serangan kepanikan/kecemasan. Latihan fisik yang berat. Kafein. Nikotin, misalnya yang berasal dari rokok. Demam. Perubahan hormon yang diasosiasikan dengan kehamilan, menstruasi, atau menopause. Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Gangguan irama jantung Gangguan fungsi tiroid Obat-obatan tertentu yang mengandung stimulan, misalnya obat pilek dan batuk yang mengandung pseudoephedrine, obat asma (seperti salbutamol dan terbutalin), maupun narkoba (amfetamin, ...